Kamis, 05 Desember 2013

Pengalaman Pertama Tenggelam

Lagi lagi, saya akan mengajak anda untuk memasuki lorong waktu menuju masa kecil. Udah siap? pegangan yang erat ya. Soalnya kita akan berpindah ke dimensi cahaya.

Satuuu.. Duaaaa.. Jreeeeeeng...

Dulu sekali, waktu tinggi saya kira kira sepusar orang dewasa, saya mengalami sesuatu yang dahsyat. Dan ini adalah pengalaman pertama. Apakah itu? Ya benar, sesuai dengan judulnya, saya kedelep tenggelam di sungai.

Nama sungainya kali NGELO Letaknya nggak jauh dari tempat saya tinggal. Hanya butuh menyeberang jalan depan rumah dan jalan kaki kurang dari lima menit. Kabar baiknya, posisi sungai belum berpindah sampai sekarang, haha..

Bagaimana ceritanya saya bisa tenggelam?

Namanya juga anak kecil. Lihat tetangga dewasanya akan pergi mancing, saya keplayon alias pengen ikut juga. Akhirnya bergabunglah saya dengan sekumpulan orang dewasa yang semuanya membawa senjata penakluk ikan.

Setiba di sungai, semua masih baik baik saja. Sampai akhirnya saya tahu, mereka para orang orang dewasa itu mancingnya di sungai seberang. Huwaaaaaa... Bagaimana saya bisa ikutan, lha wong yang dewasa aja nyeberangnya pake acara berenang.

Salah satu dari mereka berkata, "Kamu diam di sini aja ya dek, kalau capek pulang sendiri.."

Saya manut saja. Mau bagaimana lagi, saya nangis ginjal ginjal pun mereka akan tetap menyeberang. Akhirnya saya menikmati kesendirian dengan berlatar belakang pohon bambu, bermusik aliran air dan nyanyian dedaunan yang bergesakan. Mata ini tak henti menatap iri sungai seberang. Bagi seorang bocah seperti saya, mereka adalah gambaran ideal dari sebuah keceriaan.

Saat nyamuk mulai hadir, kejenuhan melanda, tapi tak terbersit sedikit saja keinginan untuk pulang sendiri (karena pulangnya harus lewat kuburan), pengen ikutan nyeberang tapi takut, (lagipula waktu itu saya nggak bisa berenang), saat itulah saya melihat ada peluang datang. Ya, dengan sangat jelas kedua mata ini memandang batang pohon pisang yang mengambang di atas air, bergerak mengikuti arus. Dan itu membuatnya semakin dekat ke arah saya.


Saya memang hanya seorang bocah. Tapi saya tahu, hanya ini pilihan yang saya punya. Yang saya butuhkan tinggal satu, keberanian. Dan selayaknya bocah, saya butuh seseorang untuk menyemangati saya. Masalahnya, di sekitar saya tidak ada siapa siapa. Yang ada hanyalah sekumpulan orang dewasa di seberang sana. Itulah kenapa akhirnya saya memilih untuk teriak teriak ke arah mereka sambil menunjuk nunjuk batang pisang yang sekarang sudah ada tepat di depan saya.

Mereka melambai lambaikan tangan seperti sedang membersihkan kaca. Mereka turut berteriak, tapi saya tidak benar benar mendengarkannya. Konsentrasi ini tidak saya pusatkan pada telinga, melainkan mata. Benar sekali, mata saya tak berkedip memandang batang pisang yang sudah siap landas meninggalkan saya.

Tidak ada waktu lagi, batin saya. Inilah waktunya. Dan sedetik kemudian...

"Jbyoooooor...."

Semoga anda bisa mengimajinasikannya. Saya memang berusaha berenang, tapi dengan gaya batu. Detik berikutnya saya berenang dengan gaya ngebor. Lalu dengan gaya dada alias melambai brutal.

Herannya, kenapa di detik detik yang semepet sesingkat itu saya bisa memikirkan banyak hal? Saya berpikir tentang orang orang yang saya cintai, tentang petuah guru ngaji saya, tentang tempe goreng, tentang apa saja yang saya sukai dan belum sempat saya makan, dan masih banyak lagi.

Saya sangat bisa mengingatnya. Kelak pada saat saya tumbuh dewasa, saya mengamini kata kata Almarhum Zainuddin MZ. Beliau berkata, orang yang mendapat ujian dari Tuhan berupa musibah dan dia tidak dalam sedang kondisi keyakinan yang bagus, dia sama saja seperti orang tenggelam. Semua yang ada di sekitarnya tiba tiba dijadikan pegangan. Bahkan rumput yang ada di tebing terdekat, akan ia raih. Kalau perlu dicakar cakar. Padahal semua orang tahu, rumput tak akan kuat dijadikan pegangan di saat yang seperti itu.

Tiba tiba..

Lamunan saya dibuyarkan oleh sebuah tangan yang meraih tubuh kecil ini. Saya senang, tapi tetap tidak berhasil membuat tenang. Saya meronta, nafas ini megap megap, mulut saya mangap, dan kedua tangan saya berkungfu ria. Sesekali menjambak rambut orang yang berusaha menyelamatkan saya.

Sampailah pada akhirnya, semua kembali pada keadaan yang saya impikan. Saya sudah ada di tepian dan merdeka menarik nafas dalam dalam.

Para sahabat netter, itu dia pengalaman pertama saya tenggelam di sungai. Rasanya sungguh menyesakkan dada. Tapi kenangan akan detik detik itu jugalah yang membuat saya mendendam. Saat itu saya berjanji pada diri sendiri. Bagaimanapun, saya harus menjadi raja sungai.

Alhamdulillah, beberapa tahun kemudian akhirnya saya bisa berenang. Terima kasih Tuhan..

Bagaimana dengan anda, apakah anda juga pernah tenggelam? Kalau iya, apakah saat tenggelam anda juga sedang memikirkan tempe goreng? hehe..

Manfaat Blog Bagi Pelajar

Kalian Tau Blog adalah sesuatu yang sudah tidak asing lagi Di Telinga Kita Terutama untuk kalangan pelajar maupun umum.

Kali ini saya akan mengupas Sedikit tentang manfaat blog untuk kalangan pelajar Siswa/i.

Blog yang saat ini umum di gunakan seperti Mywapblog, blogger, wordpress dan lain-lain.
Untuk Yang Lebih Mudah Gunakan Blog Dari mywapblog.com Karena Lebih Mudah Dan di khususkan bagi pengguna Hp/handphone, Cocok Untuk Pelajar Seperti Kita

Bagi yang memiliki uang lebih mereka bisa membuat website sendiri dan membayar hosting, akan tetapi para pelajar rata-rata tidak mau mengeluarkan uang demi kelancarannya di internet.
Mempunyai berbagai kelebihan dan penggunaan yang mudah adalah ciri khas dari blog. Siswa/i saat ini yang memiliki keinginan dan minat dalam menulis bisa menumpahkan di blog.

Berbagai macam kreatifitas bisa di tuangkan di blog seperti menulis pantun, puisi, Karya Ilmiah, resensi novel, komik berserial, dan berbagai macam hal dapat di tulis dan di publikasikan agar orang lain dapat membaca juga hasil karya dari diri kita sendiri.

salah satu manfaat blog bagi pelajar adalah blog tersebut bisa kita jadikan sebagai ruang bertukar pikiran atau Sebagai Ruang diskusi. jadi, kita gak hanya terpaku pada sebuah ruangan untuk saling bertemu.
sebagai gantinya, blog itulah yang jadi medianya. selain itu, kita juga bisa mengapresiasikan pemikiran dan ide kita. yang nanti kita tuangkan ke dalam blog tersebut dan langsung bisa kita publish.
Semoga bisa jadi inspirasi untuk siswa-siswi agar lebih sering menggunakan Blog Maupun Website